Oleh: Denpasar PMII | November 13, 2010

Belajar Islam

Shalawat Nariyah

07/04/2009

 

Membaca shalawat nariyah adalah salah satu amalan yang disenangi orang-orang NU, di samping amalan-amalan lain semacam itu. Ada shalawat “thibbil qulub”, ada shalawat “tunjina”, dan masih banyak lagi. Belum lagi bacaan “hizib” dan “rawatib” yang tak terhitung banyaknya. Semua itu mendorong semangat keagamaan dan cinta kepada Rasulullah SAW sekaligus beribadah.

Salah satu hadits yang sangat populer yang membuat rajin kita membaca shalawat ialah bahwa Rasulullah SAW bersabda: Siapa membaca shalawat untukku, Allah akan membalasnya 10 kebaikan, diampuni 10 dosanya, dan ditambah 10 derajat baginya. Makanya, bagi orang-orang NU, setiap kegiatan keagamaan bisa disisipi bacaan shalawat dengan segala ragamnya.

 

Salah satu shalawat yang sangat populer ialah “shalawat badar”. Hampir setiap warga NU, dari anak kecil sampai kakek dan nenek, dapat dipastikan bisa melantunkan shalawat Badar. Bahkan saking populernya, orang bukan NU pun ikut hafal karena pagi, siang, malam, acara di mana dan kapan saja shalawat badar selalu dilantunkan bersama-sama.

Nah shalawat yang satu ini, “shalawat Nariyah”, tidak kalah populernya di kalangan warga NU. Khususnya bila menghadapi problem hidup yang sulit dipecahkan maka tidak ada jalan lain selain mengembalikan persoalan pelik itu kepada Allah. Dan shalawat Nariyah adalah salah satu jalan mengadu kepada-Nya.

Berikut ini adalah bacaan shalawat nariyah:

أللّهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ الّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.

Dalam kitab Khozinatul Asror (hlm. 179) dijelaskan, “Salah satu shalawat yang mustajab ialah Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah, yang disebut orang Maroko dengan Shalawat Nariyah karena jika mereka (umat Islam) mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak yang tidak disukai mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat nariyah ini sebanyak 4444 kali, tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat (bi idznillah).”

“Shalawat ini juga oleh para ahli yang tahu rahasia alam diyakini sebagai kunci gudang yang mumpuni:. .. Dan imam Dainuri memberikan komentarnya: Siapa membaca shalawat ini sehabis shalat (Fardhu) 11 kali digunakan sebagai wiridan maka rizekinya tidak akan putus, di samping mendapatkan pangkat kedudukan dan tingkatan orang kaya.”

Hadits riwayat Ibnu Mundah dari Jabir mengatakan: Rasulullah SAW bersabda: Siapa membaca shalawat kepadaku sehari 100 kali (dalam riwayat lain): Siapa membaca shalawal kepadaku 100 kali maka Allah akan mengijabahi 100 kali hajatnya; 70 hajatnya di akhirat, dan 30 di dunia… Dan hadits Rasulullah yang mengatakan; Perbanyaklah shahawat kepadaku karena dapat memecahkan masalah dan menghilangkan kesedihan. Demikian seperti tertuang dalam kitab an-Nuzhah yang dikutib juga dalam Khozinatul Asror.

Diriwayatkan juga Rasulullah di alam barzakh mendengar bacaan shalawat dan salam dan dia akan menjawabnya sesuai jawaban yang terkait dari salam dan shalawat tadi. Seperti tersebut dalam hadits, beliau bersabda: Hidupku, juga matiku, lebih baik dari kalian. Kalian membicarakan dan juga dibicarakan, amal­amal kalian disampaikan kepadaku, jika saya tahu amal itu baik, aku memujii Allah, tetapi kalau buruk aku mintakan ampun kepada Allah. Hadits riwayat al-Hafizh Ismail al­Qadhi, dalam bab Shalawat ‘ala an-Nary. Imam Haitami menyebutkan dalam kitab Majma’ az-Zawaid, ia menganggap shahih hadits di atas.

Hal ini jelas bahwa Rasulullah memintakan ampun umatnya di alam barzakh. Istighfar adalah doa, dan doa untuk umatnya pasti bermanfaat. Ada lagi hadits lain: Rasulullah bersabda: Tidak seorang pun yang memberi salam kepadaku kecuali Allah akan menyampaikan kepada ruhku sehingga aku bisa mennjawab salam itu. (HR Abu Dawud dari Abu Hurairah. Ada di kitab Imam an-Nawawi, dan sanadnya shahih).

 

 

Oleh: Denpasar PMII | November 13, 2010

Aksi Lingkungan

Organisasi Muda Lintas Etnis Lakukan Penghijauan *Gaharu Berbunga Persahabatan

Singaraja (BisnisBali) – Mengingat pentingnya penghijauan bagi bumi, organisasi muda lintas etnis dan agama seperti Komunitas Sirih Pinang Bali, JPIC – OSF Denpasar, PMII Denpasar, IMMADA, PMKRI Bali, Komunitas Muslim Bima Dompu, Mudika Bernadeth Denpasar, PSE Keuskp.

Denpasar, IKL Lamaholot Bali, Ashram Gandhi Puri, Mudika Banjar HMTB, Bali Mangsi, serta beberapa individu dari masing-masing etnis dan agama di Bali melakukan penanaman pohon gaharu.

Lokasi yang disasar adalah hutan konservasi tepatnya di Banjar Giri Loka Desa Pancasari-Singaraja. Dengan latar belakang berbagai kejadian alam, seperti banjir, tanah longsor, erosi, abrasi, tsunami dan banyak lainnya, baik terjadi di Bali maupun luar Bali mengingatkan untuk peduli lingkungan. Salah satunya dengan melakukan reboisasi atau penanaman pohon, terutama di titik-titik yang rawan.

Hal ini dikatakan Dr. Mega dari Fakultas Pertanian Unud didampingi pemrakarsa lainnya, Ir. Nyoman Raka Arwita, Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, M.Si., dari Ilmu Lingkungan Unud baru-baru ini saat memberikan penjelasan mengenai pentingnya lingkungan dan makna pohon gaharu dalam penghijauan di Banjar Giri Loka, Desa Pancasari.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan Kepala Desa sekaligus sebagai Kelian Banjar, Komang Dirta, Kepala Dusun Giri Loka, Nyoman Darna dan Kepala KSDA setempat dan ratusan orang dari lintas etnis dan agama.

Antusiasnya para peserta dalam mendengar penjelasan yang disampaikan Mega dan Ratna Cora Sudharsana terlihat dari banjirnya pertanyaan dan rasa ingin tahu yang besar dari para peserta. Sampai meminta alamat dan nomor telepon dari narasumber tersebut untuk informasi lanjutan.

Dalam penjelasan dan sesi pertanyaan yang memakan waktu dua jam lebih itu, mengetengahkan materi makna pohon gaharu, proses tumbuh kembangnya, karakteristik tanah, gubal dan gaharu sebagai potensi ekonomis dan kesehatan serta proses kerja sama lanjutan program tersebut. Kemudian semuanya siap untuk dibantu oleh tim gaharu. *sta/*

Oleh: Denpasar PMII | November 13, 2010

Posko Politisi Bermasalah

POS P3B BALI DIDEKLARASIKAN, POLITISI BERMASALAH DISERUKAN MUNDUR
[Adi Blue]

Berbekal semangat dan keinginan untuk menciptakan demokrasi yang lebih baik, empat elemen organisasi mahasiswa, Kamis (4/3/2004) kemarin mendeklarasikan Pos Pelayanan dan Pengaduan Politisi Bermasalah (Pos P3B) Bali. Hanya segelintir politisi yang nampak hadir dalam deklarasi yang dilakukan di Wantilan DPRD ini. Dalam maklumat yang dibacakan saat deklarasi diserukan kepada politisi yang merasa diri sebagai politisi bermasalah dengan elegan mengundurkan diri dari calon anggota legislatif.

Pos P3B yang dibangun Kesatuan Mahasiswa Hindu Indonesia (KMHDI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND). “Pos P3B ini tidak hanya untuk masa pemilu, tetapi juga pascapemilu,” kata I Wayan Cipta “Kayun” Semara, Ketua PD KMHDI Bali.

Artinya bahwa Pos P3B akan tetap menjalankan fungsinya meskipun masa pemilu sudah usai. Justru pascapemilu merupakan masa yang penting untuk melakukan kontrol terhadap perilaku politisi yang duduk di lembaga legislatif. Dalam maklumat yang dibacakan keempat pimpinan organisasi mahasiswa ini disebutkan ada empat tujuan pembentukan Pos P3B. Pertama, meminta kepada semua partai politik untuk menganulir politisi yang terkait dengan kriteria bermasalah yakni terlibat korupsi, pelanggaran HAM dan tindak pidana, pelaku perusakan lingkungan hidup, pelecehan seksual, narkoba, pro-pencabutan subsidi rakyat antigerakan rakyat dan pro-militerisme. Kedua, meminta kepada tiap politisi yang terkait dengan kriteria bermasalah agar secara elegan mengundurkan diri sebagai bagian dari pertanggungjawaban moral-nurani dan mewujudkan demokrasi Indonesia yang lebih sehat dan dinamis.

Dua maklumat lainnya menekankan pada upaya penyadaran masyarakat dalam bidang politik. “Mengajak rakyat Bali untuk selalu mewaspadai upaya pembelian suara dari para pelaku struktur politik dan menolak segala tindak kekerasan dan intimidasi politik,” tegas Yusuf Umar, Ketua LMND yang membaca maklumat.

Terbuka

Menurut Ketua PMKRI Faris Wangge dan Ketua PMII Andik Magfur, Pos P3B ini juga didukung tujuh orang pengacara. Mereka akan membantu dalam bidang hukum kalau ada gugatan dari pihak-pihak tertentu. Kayun yang ditemui seusai pendeklarasian menegaskan bahwa Pos P3B ini masih terbuka bagi semua elemen yang ingin memberikan dukungan. “Kami akan dengan terbuka menerima pihak yang mendukung gerakan ini,” katanya.

Sistem kerja Pos P3B tidak hanya menunggu secara pasif, melainkan secara aktif melakukan advokasi. Karena itulah selain mendirikan Pos P3B sentral yang ada di Jl. Drupadi X No. 3 Denpasar, juga dibuka Pos P3B cabang masing-masing di sekretariat PMKRI Jl. Thamrin I No. 8 Denpasar, Sekretariat PMII Jl. I.B. Oka Gg. Pasatempo dan Sekretariat LMND Eks Kota Bali Jl. Tukad Banyusari Gg. XIV A No. 10. (kmb14)

sumber: BaliPost

Oleh: Denpasar PMII | November 13, 2010

Korupsi ISI

Somasi Tuntut DPRD Bali Tegas Kawal Kasus Korupsi Di ISI Denpasar

29. Jul, 2010 Posted under News

BSB/ Solidaritas Mahasiswa Anti Korupsi 

Denpasar-BSB. Puluhan organisasi mahasiswa ekstra maupun intra kampus yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Bali Anti Korupsi (SOMASI) kembali datangi  DPRD Bali, Rabu, (28/7) kemarin.  Aksi SOMASI imerupakan tindak lanjut dari aksi hearing sebelumnya pada tanggal 14 Juli 2010. Puluhan organisasi di antaranya SEMA ISI Denpasar, RevolISI, BEM Udayana, HMPE. FH Udayana, PMKRI, GMKI, GMNI, Frontier Bali, FMN, LMND, PMII berkumpul di loby Gedung DPRD Bali sambil berorasi.

Aksi yang dikoordinir oleh Ambrosius Ardin yang juga ketua presidium PMKRI cabang Denpasar ini  kemudian diterima oleh Ketua Komisi I DPRD Bali I Made Arjaya di ruang sidang DPRD Bali. Dalam kesempatan itu beberapa ketua elemen organisasi yang tergabung dalam SOMASI memberikan pernyataan sikap mereka masing-masing meminta DPRD Bali agar segera memenuhi janjinya untuk mengundang pihak Kejari Denpasar agar bisa hearing terkait dengan porses kasus korupsi di ISI Denpasar yang melibatkan Prof. Dr. I Wayan Rai S, MA.

Ketua Himpunan Mahasiswa Program Ekstensi Fakultas Hukum (HMPE. FH) Udayana Oka Pratiwi mengatakan, bahwa kedatangan SOMASI murni gerakan moral untuk mendorong pemberantasan korupsi di lembaga pendidikan, dan bukan bermaksud untuk mempolitisasi kasus korupsi yang melibatkan Rektor di ISI Denpasar. Sedangkan Ketua PMII Denpasar Rosidah, mempertanyakan ketegasan sikap DPRD Bali dan menuntut agar segera memanggil Kejari Denpasar.  “Legislatif mempunyai fungsi kontrol dalam setiap penegakan kasus hukum di Bali, kami menutut DPRD menggunakan fungsiu terebut,” tuntut Rosiada.

Menanggapi beberapa pernyataan sikap yang dilontarkan oleh beberapa organisasi peserta aksi, Ketua Komisi I DPRD Bali I Made Arjaya menyatakan bahwa kasus ini telah disampaikan secara formal ke Dikti, “bila kita dengar pemerintah telah berkomitmen untuk memberantas korupsi di negeri ini  dan menganggap kasus korupsi adalah merupakan kejahatan luar biasa tentunya tidak ada penangguhan penahanan dalam proses hukumnya”. Tandas Arjaya.

Ketua Komisi I DPRD Bali ini juga berulang-ulang meminta kepada wartawan agar menulis pernyataannya, “kita memang tidak bisa menginterfensi penegakan hukum yang bergulir di Kejari namun kita mempunyai wewenang utuk melakukan kontroling, apabila tersangka harus ditahan ya ditahan secepatya, kalaupun tidak, berarti ada apa? itu perlu kita pertanyakan”  kata politisi dan juga mantan aktivis kelahiran sanur ini.

Aktivis ISI Denpasar Rarih Mega Mora menyatakan bahwa mahasiswa siap mengawal DPRD Bali untuk memanggil Kejari agar ada transparansi dan  proses hukumnya jelas serta maslah ini jangan sampai berlarut-larut.

Selain itu humas aksi yang juga kordinator SOMASI, I Ketut Ngurah Aryawan menegaskan bahwa aksi ini sebagai bentuk tanggung jawab moral dan tuntutan tri darma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat untuk bersama sama membangun moral masyarakat agar sadar dengan bahaya korupsi yang selalu megancam bangsa ini.

“Gerakan ini tidak hanya berhenti sampai disini namun juga akan berlanjut ke Kejari Denpasar, Ya kita tunggu saja “ terang Ngurah Aryawan. Disinggung masalah statement AMUNISI terkait adanya pencatutan lembaga dalam gerakan SOMASI itu tidak benar karena semua proses yang kita lakukan adalah bentuk solidaritas mahasiswa dan yang bergabung adalah mewakili lembaga masing-masing. Tandas Ngurah sambil menunjukkan bukti klarifikasi bertanggal 19 Juli 2010  tentang klarifikasi pemberitaan. Aksi Somasi ini kemudian ditutup dengan perfomance art dari mahasiswa ISI Denpasar. SA

 

 

Oleh: Denpasar PMII | November 13, 2010

SELAMAT HARI PAHLAWAN

Pahlawan Basa-Basi

Oleh D. Zawawi Imron

Akhir-akhir ini stasiun-stasiun televisi ramai menayangkan beberapa tokoh, pejabat, dan ilmuwan, yang berbicara tentang kepahlawanan. Berbagai pendapat dan bermacam tanggapan yang berbeda diucapkan mereka dengan nada meyakinkan. Saya sendiri tidak mengikuti pro dan kontra tentang kepahlawanan itu.

Menilai seseorang itu pahlawan atau bukan memerlukan penelitian yang mendalam serta pikiran yang jernih. Apalagi kalau orang yang dinilai dalam perjalanan hidupnya mengandung kontroversi. Bung Tomo saja, yang menjadi aktor utama peristiwa “Hari Pahlawan” 10 November 1945 sampai sekarang belum diakui secara resmi sebagai “pahlawan nasional”. Padahal, peristiwa yang dicetuskannya itu dirayakan secara nasional.

Karena itu, menilai seorang tokoh perlu ekstra hati-hati. Kalau seseorang yang dinilai itu punya jasa besar kepada bangsa dan negara, naiflah kalau tidak diakui sebagai pahlawan. Begitu pula, kalau ada orang yang merugikan rakyat dan negara dinobatkan sebagai pahlawan, sungguh akan menjadi lelucon yang tidak lucu. Kalau ada orang yang besar jasanya tapi besar pula kesalahannya, itulah masalah yang benar-benar dilematis. Untuk dinyatakan sebagai pahlawan atau bukan, harus ada pertimbangan yang penuh kebijaksanaan dan kearifan, disertai argumentasi yang akurat.

Menilai seorang manusia sebagai pelaku sejarah yang disebut tokoh, memang tidak mudah, karena mungkin manusia bukan sekadar fenomena, juga punya misteri. Peristiwa G30S PKI saja, sebagian sejarawan ada yang tidak lagi menghubungkannya dengan PKI. Yang lain lagi, pada zaman Orde Lama, hari kelahiran Pancasila ditetapkan tanggal 1 Juni 1945. Setelah Orde Baru diubah menjadi 18 Agustus 1945. Sejarawan satu dengan sejarawan lain tidak sama.

Menurut Prof Dr Aminuddin Kasdi dkk., Trunojoyo itu pahlawan nasional, tetapi menurut para penilai yang ditunjuk Departemen Sosial, masih bukan. Entah kalau data-datanya dilengkapi atau tim penilainya diganti.

Komite Nobel pernah sampai lima kali memasukkan Mahatma Gandhi sebagai nominator untuk mendapat Hadiah Nobel. Pejuang kemanusiaan dan kemerdekaan yang penampilannya sangat sederhana itu dikalahkan dengan tokoh-tokoh yang lain. Setelah Gandhi wafat, Komite Nobel menyesali kekeliruan mereka dalam menilai Gandhi (Jawa Pos, 31/1/2008).

Pada 18 Agustus 2007 di Yogya Galeri, Jogjakarta digelar pameran seni rupa mengenang 2000 tahun Raden Saleh. Pameran yang berlangsung selama 3 minggu itu diberi tema “Ilusi-Ilusi Nasionalisme”. Pada pameran itu saya mendapatkan ruang sejarah yang lain. Bukan hanya visualisasi wajah Raden Saleh dan lukisan Penangkapan Diponegoro yang disajikan dengan jiwa yang segar dan baru. Lebih dari itu, ada reinterpretasi ala seniman yang memberi pemaknaan dan penyadaran baru terhadap sejarah. Antara lain, di balik karya visual itu ada konsep karya yang ditulis oleh pelukis R. Aas Rukasa. Pelukis kelahiran Ciamis itu menyatakan, “Apakah yang kau kenang melihat jalan panjang Anyer-Panarukan? Sekalipun jalan itu diwarnai penjajahan, duka, dan darah, bukankah ia tetap sebuah mahakarya?”

Saya tersenyum pahit merenungkan hal itu. Ada paradoks di dalam hati. Ada kekejaman yang menimbulkan ribuan orang mati ketika kerja rodi atas gagasan Daendeles, meskipun jalan yang dibuat itu kemudian sangat bermanfaat sampai sekarang.

Tapi, bangsa kita yang lewat di jalan itu pasti tidak akan mau mengakui Daendeles sebagai pahlawan. Sama juga dengan orang Timor Leste setelah merdeka. Mereka tidak akan mengakui patriot-patriot kita sebagai pahlawan. Xanana Gusmao yang dulu kita anggap penghianat itu sekarang sudah menjadi pahlawan Timor Leste. Dan, kita sekarang ikut menghormatinya.

Paparan di atas tidak dimaksudkan agar pembaca tidak percaya kepada sejarah dan cerita kepahlawanan. T ulisan ini ingin benar-benar mengajak kita merenungkan di kedalaman nurani, tidak hanya berenang di permukaan. Penilaian terhadap tokoh sejarah yang tergesa-gesa dan tidak mendalam, anugerah gelar pahlawan yang diberikan kepadanya akan menjadi “basa-basi” saja. Tidak substansial. Pahlawan sejati pasti tidak suka menerima gelar yang sekadar basa-basi. (*)

SUMBER:

http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=324383

JAWA POS, Minggu, 03 Feb 2008

Oleh: Denpasar PMII | Mei 13, 2010

Welcome Back

Sahabat/i sekalian

setelah sekian lama vakum untuk mengisi blog ini, akhirnya dengan izin Tuhan Yang Maha Esa, bisa menyempatkan untuk mengisi waktu dengan  blog ini. Mulai saat ini.

Keep gendeng all ^^

Oleh: Denpasar PMII | September 7, 2009

MAPABA 2008

P1180092

Oleh: Denpasar PMII | September 7, 2009

MAPABA 2005

Keluarga Besar PMII

Oleh: Denpasar PMII | September 7, 2009

Pagelaran Seni, Pendidikan dan Demokrasi (PAPEDA)

IMG_1052

Oleh: Denpasar PMII | September 2, 2009

INFO…

BINGUNG PUASA MAU NGAPAIN????

GAMPANG…….NI ADA SOLUSINYA!!!!!!!!!!!!

SELAMA BULAN RAMADHAN INI,SAHABAT/I PMII CAB. DENPASAR NGADAIN ACARA :

  • PENGAJIAN AL-QUR’AN

  • KAJIAN KEISLAMAN SETIAP MALAM SELASA DAN MALAM JUM’AT

  • BUKA BERRSAMA

ACARANYA DI RUMAH PMII DENPASAR,

BA’DA ISYA…….

MARI BERSAMA—SAMA SAHABATQ SEKALIAN, QTA MENCARI PAHALA DALAM BULAN PENUH BERKAH INI….

KONFIRMASI :

ROSIDAH : 085 739 768 840

Older Posts »

Kategori