Oleh: Denpasar PMII | November 13, 2010

Posko Politisi Bermasalah

POS P3B BALI DIDEKLARASIKAN, POLITISI BERMASALAH DISERUKAN MUNDUR
[Adi Blue]

Berbekal semangat dan keinginan untuk menciptakan demokrasi yang lebih baik, empat elemen organisasi mahasiswa, Kamis (4/3/2004) kemarin mendeklarasikan Pos Pelayanan dan Pengaduan Politisi Bermasalah (Pos P3B) Bali. Hanya segelintir politisi yang nampak hadir dalam deklarasi yang dilakukan di Wantilan DPRD ini. Dalam maklumat yang dibacakan saat deklarasi diserukan kepada politisi yang merasa diri sebagai politisi bermasalah dengan elegan mengundurkan diri dari calon anggota legislatif.

Pos P3B yang dibangun Kesatuan Mahasiswa Hindu Indonesia (KMHDI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND). “Pos P3B ini tidak hanya untuk masa pemilu, tetapi juga pascapemilu,” kata I Wayan Cipta “Kayun” Semara, Ketua PD KMHDI Bali.

Artinya bahwa Pos P3B akan tetap menjalankan fungsinya meskipun masa pemilu sudah usai. Justru pascapemilu merupakan masa yang penting untuk melakukan kontrol terhadap perilaku politisi yang duduk di lembaga legislatif. Dalam maklumat yang dibacakan keempat pimpinan organisasi mahasiswa ini disebutkan ada empat tujuan pembentukan Pos P3B. Pertama, meminta kepada semua partai politik untuk menganulir politisi yang terkait dengan kriteria bermasalah yakni terlibat korupsi, pelanggaran HAM dan tindak pidana, pelaku perusakan lingkungan hidup, pelecehan seksual, narkoba, pro-pencabutan subsidi rakyat antigerakan rakyat dan pro-militerisme. Kedua, meminta kepada tiap politisi yang terkait dengan kriteria bermasalah agar secara elegan mengundurkan diri sebagai bagian dari pertanggungjawaban moral-nurani dan mewujudkan demokrasi Indonesia yang lebih sehat dan dinamis.

Dua maklumat lainnya menekankan pada upaya penyadaran masyarakat dalam bidang politik. “Mengajak rakyat Bali untuk selalu mewaspadai upaya pembelian suara dari para pelaku struktur politik dan menolak segala tindak kekerasan dan intimidasi politik,” tegas Yusuf Umar, Ketua LMND yang membaca maklumat.

Terbuka

Menurut Ketua PMKRI Faris Wangge dan Ketua PMII Andik Magfur, Pos P3B ini juga didukung tujuh orang pengacara. Mereka akan membantu dalam bidang hukum kalau ada gugatan dari pihak-pihak tertentu. Kayun yang ditemui seusai pendeklarasian menegaskan bahwa Pos P3B ini masih terbuka bagi semua elemen yang ingin memberikan dukungan. “Kami akan dengan terbuka menerima pihak yang mendukung gerakan ini,” katanya.

Sistem kerja Pos P3B tidak hanya menunggu secara pasif, melainkan secara aktif melakukan advokasi. Karena itulah selain mendirikan Pos P3B sentral yang ada di Jl. Drupadi X No. 3 Denpasar, juga dibuka Pos P3B cabang masing-masing di sekretariat PMKRI Jl. Thamrin I No. 8 Denpasar, Sekretariat PMII Jl. I.B. Oka Gg. Pasatempo dan Sekretariat LMND Eks Kota Bali Jl. Tukad Banyusari Gg. XIV A No. 10. (kmb14)

sumber: BaliPost

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: